movie

Urutan Film Avatar, Dari Aang sampai Remake The Last Airbender

Indonesia Comic Con
Posted 3 months ago6 mins read
Mau nonton Avatar sesuai urutan? Ikuti empat urutan film Avatar dari Aang hingga The Last Airbender versi remake di sini. Cek selengkapnya!
Urutan Film Avatar, Dari Aang sampai Remake The Last Airbender

Avatar jadi salah satu film yang tidak berdiri sendiri. Ada urutan film Avatar yang membuatnya tumbuh, melebar, dan berevolusi. 

Selama hampir dua dekade, dunia Avatar bergerak dari animasi televisi, lompat ke film layar lebar, lanjut ke sekuel dengan Avatar baru, sampai akhirnya masuk fase remake live-action lewat Netflix. 

Karena itu, kalau kamu mau menikmati semesta Avatar secara utuh, urutan film Avatar pertama sampai terakhir jadi hal penting. 

Ingin tahu seperti apa urutannya? Cek lengkap di sini. 

4 Urutan Film Avatar Lengkap hingga The Last Airbender

Jika ingin tahu urutan Avatar dari awal sampai remake terbarunya, cek sini: 

1. Avatar: The Legend of Aang Season 1 (2005)

Kalau kamu baru mau masuk ke dunia Avatar, seri animasi ini wajib kamu tonton lebih dulu. Tidak ada jalan pintas. Semua fondasi cerita, konflik, dan nilai hidup Avatar lahir dari sini. Jadi, ini adalah urutan judul film Avatar yang pertama kali harus kamu tonton. 

Nickelodeon merilis Avatar: The Last Airbender dalam format serial animasi, lalu membaginya menjadi tiga bagian besar yang mereka sebut sebagai Books. 

Setiap Book membawa tema elemen sekaligus fase pertumbuhan Aang sebagai Avatar. Misalnya: 

  • Book One: Water membuka cerita dengan tempo santai, tetapi tetap padat. Aang bangun dari es setelah seratus tahun, lalu mendapati dunia berada dalam kekacauan. Negara Api memulai perang besar, sementara keseimbangan antar bangsa runtuh. Pada fase ini, cerita fokus memperkenalkan dunia, aturan bending, serta dinamika awal Aang bersama Katara dan Sokka.
  • Book Two: Earth menaikkan tensi. Tim Avatar mulai menjelajah Kerajaan Bumi, lalu bertemu ancaman yang lebih kompleks. Konflik politik, manipulasi kekuasaan, dan tekanan mental mulai muncul. Pada titik ini, Avatar tidak lagi terasa seperti kartun anak-anak. Cerita mulai berbicara soal trauma, pilihan sulit, dan konsekuensi nyata.
  • Book Three: Fire menjadi puncak segalanya. Aang menghadapi tanggung jawab terbesar sebagai Avatar, sementara konflik dengan Fire Lord Ozai mendekati akhir. Serial ini menutup kisah dengan klimaks emosional, bukan sekadar pertarungan fisik, tetapi juga pertarungan nilai dan prinsip hidup.

Serial ini terasa kuat karena karakter berkembang secara konsisten. Aang tumbuh tanpa kehilangan sisi polosnya. Zuko mengalami salah satu perjalanan karakter terbaik sepanjang sejarah animasi. Bahkan karakter pendukung pun punya peran dan dampak jelas.

Kenapa kamu harus mulai dari sini? Karena semua judul film Avatar lanjutan, termasuk Korra dan versi live-action, berdiri di atas lore yang serial ini bangun dengan sangat rapi. 

2. Avatar: The Last Airbender (2010)

Setelah animasi meraih sukses besar, Hollywood mencoba membawa Avatar ke layar lebar. Lahirlah urutan Avatar film yang pertama, yakni The Last Airbender versi live-action tahun 2010.

Urutan film Avatar yang pertama ini mengambil materi dari Book One: Water, lalu merangkum perjalanan awal Aang, Katara, dan Sokka ke dalam durasi sekitar dua jam. Secara konsep, niatnya jelas: menghadirkan Avatar dalam format sinematik.

Namun, pengalaman menontonnya terasa sangat berbeda dari versi animasi.

Film ini memadatkan narasi secara agresif, sehingga banyak momen penting kehilangan bobot emosional. 

Perubahan karakternya juga terasa signifikan, sementara tone cerita cenderung lebih kaku. Banyak penonton lama merasa film ini gagal menangkap jiwa Avatar yang sesungguhnya.

Meski begitu, film ini tetap layak masuk urutan karena satu alasan, yakni ia tetap menjadi bagian resmi dari sejarah waralaba. 

Film ini menunjukkan bagaimana industri film memandang Avatar saat itu, sekaligus jadi pelajaran besar tentang sulitnya mengadaptasi cerita kompleks ke format singkat.

Kalau kamu sudah menonton animasinya, maka film ini bisa kamu anggap sebagai eksperimen. Ia tidak menggantikan cerita asli, tetapi memberi perspektif berbeda tentang bagaimana Avatar pernah diterjemahkan ke layar lebar.

3. The Legend of Korra (2012-2015)

urutan film avatar

Urutan film Avatar selanjutnya yakni The Legend of Korra. Setelah kisah Aang selesai, dunia Avatar tidak berhenti. The Legend of Korra hadir sebagai sekuel langsung, tetapi dengan pendekatan yang jauh berbeda.

Cerita melompat sekitar 70 tahun setelah era Aang. Dunia berubah. Teknologi berkembang. Kota modern bermunculan. Setelah itu, Avatar baru bernama Korra muncul dari Suku Air Selatan.

Berbeda dari Aang, Korra menguasai air, api, dan bumi sejak awal. Ia kuat, percaya diri, dan impulsif. 

Namun, tantangannya bukan soal belajar elemen, melainkan soal memahami peran Avatar dalam dunia yang semakin kompleks.

Serial ini membagi cerita menjadi empat season dengan konflik berbeda pada tiap arc. Cerita mulai membahas isu kekuasaan, ketimpangan sosial, ekstremisme, hingga krisis identitas. 

Avatar tidak lagi menjadi figur yang selalu disambut sebagai penyelamat. Akhirnya, dunia mempertanyakan relevansinya.

Urutan Avatar movie kedua ini juga begitu penting. Mengapa? 

  • Dunia Avatar berkembang secara realistis.
  • Tema cerita lebih dewasa dan berlapis.
  • Peran Avatar berubah seiring perubahan zaman.

The Legend of Korra berfungsi sebagai jembatan antara era klasik dan dunia modern Avatar. Serial ini memperluas makna keseimbangan, bukan hanya antar elemen, tetapi juga antar ide dan nilai.

4. Avatar: The Last Airbender (2024-sekarang)

Netflix membawa Avatar masuk fase baru lewat versi live-action yang tayang mulai 2024. Berbeda dari film 2010, urutan film Avatar ini mengusung format serial, sehingga punya ruang lebih luas untuk bercerita.

Season pertama mengadaptasi Book One: Water, tetapi Netflix memilih pendekatan naratif yang lebih padat dan sinematik. 

Cerita terasa lebih serius, lalu konflik emosional muncul lebih cepat. Beberapa detail berubah, namun garis besar cerita tetap mengacu pada versi animasi.

Namun, versi ini mencoba menghadirkan dunia Avatar secara lebih realistis. Visual tampil lebih megah, sementara konflik terasa lebih intens. 

Netflix juga mengonfirmasi kelanjutan cerita hingga Season 3, sehingga kisah Aang bakal mendapatkan penutup lengkap.

Rencana adaptasinya juga cukup jelas:

  • Season 1 fokus pada elemen air dan awal perjalanan.
  • Season 2 akan mengangkat elemen bumi serta memperkenalkan Toph.
  • Season 3 menutup cerita lewat konflik besar dengan Negara Api.

Live-action ini cocok buat dua tipe penonton. Penonton lama bisa melihat interpretasi baru dari cerita klasik. Penonton baru bisa masuk tanpa harus menonton animasi lebih dulu, meski tetap disarankan.

Jadi, itulah urutan film Avatar yang harus kamu ikuti agar mengerti keseluruhan cerita, dari awal konflik hinga perkembangannya. 

Suka Nonton Film Kartun atau Animasi Berseri Seperti Avatar? Gabung ke ICC x INACON!

Menonton animasi atau kartun berseri memang menyenangkan. Kamu bisa tenggelam dalam cerita, jatuh cinta sama karakter, lalu lanjut ke episode berikutnya tanpa gangguan. 

Tapi ada satu hal yang layar tidak pernah bisa kasih: rasa kebersamaan. Reaksi bareng. Obrolan panjang tanpa spoiler warning. Perasaan “oh, kamu juga ngerasain hal yang sama”.

Nah, ICC x INACON hadir untuk itu. Acara ini jadi ruang buat merayakan pop culture. Di sini, kamu bisa ketemu orang-orang yang paham kenapa satu adegan terasa penting, kenapa satu karakter punya makna, dan kenapa dunia fiksi bisa terasa begitu dekat.

Selain itu, animasi, komik, film, game, dan cosplay saling bertemu. Jadi, jangan berhenti di layar aja, yuk rasakan keseruan pop culture di ICC x INACON! Amankan tiketmu sekarang!

movie
Share this post